
KEDIRI, ARUS JATIM – Kelurahan Setonopande resmi membuka Setonopande Senada Festival Sabtu sore (16/8). Bertempat di sepanjang Jalan Sultan Agung, Kegiatan ini menjadi wadah pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus ruang apresiasi ekonomi kreatif masyarakat setempat. Yang dikemas semangat Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Festival yang memadukan bazar produk lokal dan perayaan tradisi ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Kediri Bambang Giantoro serta Kepala Bidang Produksi, Pemasaran, dan Pembiayaan Koperasi Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri, Sony Hermawan.
Lurah Setonopande, Farida Noviati mengungkapkan Senada Fest edisi kedua ini menjadi momentum penting untuk mendorong pelaku usaha mikro di wilayahnya agar semakin berdaya dan berdaya saing tinggi.
“Ini adalah upaya kita untuk mengenalkan UMKM binaan di wilayah Kelurahan Setonopande. UMKM yang ada di sepanjang Jalan Sultan Agung ini sudah kami fasilitasi terkait Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal,” ujar Novi saat membuka acara.
Novi menjelaskan, legalitas usaha menjadi syarat utama bagi pelaku UMKM yang ingin ambil bagian dalam Senada Fest. Beberapa bulan terakhir, pihak kelurahan telah mendata dan mengawal penuh penerbitan perizinan tersebut secara gratis bagi puluhan pelaku usaha.
“Kemarin ada sekitar 80 UMKM yang sudah kami bantu pengurusan NIB dan sertifikasi halalnya. Kami ingin UMKM tidak sekadar jualan, tapi betul-betul naik kelas. Dengan legalitas yang terjamin, harapan kita UMKM Kelurahan Setonopande bisa lebih berkualitas, dikenal masyarakat luas, dan kelak bisa go internasional,” tambahnya.
Pada gelaran Sabtu (16/8) ini, terdapat 20 stan UMKM yang berderet menjajakan aneka ragam kuliner serta produk unggulan. Serta belasan stan kopi nusantara yang berjajar di area barat kantor kelurahan. Menariknya, lokasi stan ditempatkan di sebelah barat perlintasan kereta api Jalan Sultan Agung, menyajikan atmosfer unik berupa spot visual kereta api yang melintas di tengah riuk-pikuk festival. Serta hiasan beautivikasi sejumlah lampion yang menghiasi sepanjang jalan.
Rencananya, Senada Fest akan dijadikan agenda rutin yang digelar setiap dua minggu sekali guna menjaga kesinambungan perputaran ekonomi warga.
Guna memperluas jangkauan promosi, Kelurahan Setonopande juga menggaet generasi muda melalui kolaborasi bersama komunitas kopi Paseban. Langkah inovatif ini diambil berdasarkan evaluasi pelaksanaan Senada Fest edisi pertama.
“Ke depan, selain UMKM, kita merangkul komunitas anak-anak muda yang kreatif agar bisa saling berkolaborasi dan mempromosikan produk lokal melalui media sosial,” jelas Novi.
Kemeriahan Senada Fest tak lepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya Pegadaian Kota Kediri yang memberikan fasilitas penuh berupa sarana tenda bazar.
Rangkaian acara semarak PHBN HUT RI ke-81 di Kelurahan Setonopande ini berlangsung hingga malam hari dan dilanjutkan dengan agenda senam bersama serta jalan sehat bagi seluruh warga pada Minggu pagi (17/8). Pihak kelurahan berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dapat terus memupuk semangat kebangsaan sekaligus memperkuat roda perekonomian lokal.
.gif)









